Tuesday, May 25, 2010

Pasti b0leh...!~Biiznillah

0 comments
"Baca!" suara itu bergema kuat, menuju terus ke sanubari.


"Aku tidak boleh membaca!" cemas dan kaget. Nafasnya terus mendesah. Bagaimana mungkin mahu dilakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukannya. Dia buta huruf! Dia tidak boleh membaca! Lalu mengapa Allah yang Maha Mengetahui akan itu terus-terusan membenarkan Namus membelasah jiwanya dengan memintanya melakukan sesuatu yang sangat mustahil.


Dia buta huruf! Mustahil dia dapat membaca!




Seribu hikmah Allah di sebalik penurunan wahyu pertama ini. Seribu hikmat yang mungkin tidak ternilai harganya. Bila ar-Rasul yang mulia mula dilantik sebagai utusan Allah buat umat, dimintanya untuk melakukan sesuatu yang begitu mustahil bagi dirinya... sesuatu yang begitu mustahil di pandangan seorang manusia yang dari lahirnya seorang yang ummi....yang buta huruf. Masakan disuruh membaca pula!




Lalu harusnya diingat kepada kita, semustahil mana sesuatu itu di pemikiran dangkal seorang manusia... Yang mengarah itu tentunya lebih mengetahui bahawa kita mampu melakukannya! Ya, biar semustahil mana di segenap indera yang kita guna! Kerana ayat pertama itu berbunyi, "Bacalah dengan NAMA TUHANmu yang menciptakan!". Membaca dengan nama, membaca dengan kuasa Tuhan. Kerana Allah yang memberi kuasa dan kemampuan, menjadikan segala yang mustahil di mata manusia, tetap terlahir...tetap terzahir. Walau usahanya mungkin kelihatan sungguh mustahil memperlihatkan hasil.


Nabi Muhammad SAW yang mulia, walau tidak mampu membaca...tetap diberi pengetahuan laksana mereka yang mampu membaca. Tapi harusnya dimulakan dengan USAHA! Walau semustahil mana kelihatan usaha itu, tetapi andai itu ketetapan Tuhanmu, maka laksanakanlah! Muhammad dipeluk erat oleh Namus, diajar dan diikutinya bait-bait kalam Allah dari Namus... qadarullah, bait-bait itu tertancap kemas dalam dadanya. Bait-bait awal penurunan wahyu...titipan Tuhan Maha Pengasih buat sekalian kekasih-Nya di bumi.

Titipan Murabbi paling agung, Allah Rabbul 'alamin.



Terima kasih Tuhan kerana memilihku sebagai murid-Mu.

Sedang mungkin di kalangan murid-murid yang lain, aku di antara yang paling nakal, paling culas, paling malas, paling leka dan paling tak tentu hala.

Tapi dengan penuh sabar, penuh kasih dan penuh cinta...Kau tetap membenarkan aku untuk terus menikmati indahnya tarbiyah-Mu dan manisnya titipan tarbiyah-Mu lewat manusia-manusia lain yang mentarbiyahku.


Terima kasih tak terhingga..

kerana memberi aku peluang lagi dan lagi

untuk mengecap nikmat terbesar hingga ke hari ini

moga aku terus punya asa untuk memperbaiki diri

melakukan perubahan dengan penuh cinta

perubahan dengan penuh kesungguhan

dan moga aku benar-benar berusaha untuk mencapai Ahsanu 'amala!

..:: ukhuwah itu tidak perlu diperjuangkan ::..

0 comments
ketika kubaca firmanNya, ssungguh tiap mukmin bersaudara~~

aku tahu, ukhuwah tak perlu diperjuangkan

tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman

aku ingat pertemuan pertama kita, ukhti sayang 

dalam dua detik, dua detik saja

aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan

itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra

dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat

meskilisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat

ya, kubaca lagi firmanNya, sesungguh tiap mukmin bersaudara 

aku makin tahu, persaudaraan tak perlu diperjuangkan

karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh

saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan

saat pemberian bagai bara api, dan saat kebaikan justru melukai

aku tahu, yang rombeng bukanlah ukhuwah kita

hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau menjerit

mungkin dua-duanya, mungkin kau saja

tentu terlebih sering, imankulah yang compang-camping

kubaca firman persaudaraan itu, ukhti sayang
dan aku makin tahu,mengapa di kala lain diancamkan;

para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain.
.
kecuali orang-orang yang bertaqwa

Saturday, May 8, 2010

Bila segala kebaikan hanya menjadi debu...

0 comments
Rasulullah saw bersabda
"Saya akan beritahukan kepada kalian suatu kaum dari kalangan umatku. Mereka datang pada hari kiamat dengan kebaikan sebesar gunung. Namun Allah menjadikan kebaikan tersebut seperti debu yang berterbangan. "

Tsauban berkata,
Ya Rasulullah! Terangkan sifat-sifat mereka pada kami, sehingga kami tidak termasuk dari golongan mereka, sedangkan kami tidak menyadarinya.

Rasulullah saw bersabda
"Mereka adalah saudara kalian, dari kalangan kalian pula. Mereka mengisi waktu malam dengan beribadah, seperti yang kalian biasa lakukakan. Namun mereka jika sedang bersendirian dan mempunyai kesempatan melakukakan perbuatan haram, maka mereka melakukannya"

(HR Ibnu Majah)
 

Al-muqarrabeen Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template